TUGAS 
ILMU SOSIAL DASAR #3




LENTERA INDONESIA: 
BANTAR GEBANG
NAMA: MUHAMMAD ZULFIKAR ARIFIN
KELAS: 1KA05
NPM: 14119504

        Bantar Gebang adalah tempat pembuangan akhir yang berlokasi di Bekasi, Jawa Barat. Bantar Gebang menjadi Tempat Pembuangan Akhir (TPA) terbesar di pulau jawa, pasal-nya Bantar Gebang menjadi tempat dimana seluruh sampah dari kota-kota besar seperti Bekasi, Jakarta, Tangerang dan Depok berakhir. Namun, Bantar Gebang bukan hanya tempat 'tinggal' sampah-sampah kota besar, namun menjadi rumah dan mata pencaharian para penduduk.

Dalam sehari, kira-kira ada lima ribu ton sampah yang masuk kesini, paling tidak bisa 900 truk setiap hari. Sampah setiap hari datang, bagai sesuatu yang tidak berhenti-henti. Saking banyak-nya, pemerintah bahkan berencana untuk memperluas wilayah TPA sebanyak 100 hektare lahan baru. 

Kenalkan Pak Naban dan putra-nya yang berusia 12 tahun Wowok. Mereka merupakan penduduk setempat yang bermata pencahariaan dari gunung-gunung sampah ini, mereka bekerja setiap hari-nya, mencari sampah-sampah yang mereka kumpulkan untuk dijual lagi, "Bapak sampai sabar setiap hari-nya, dengan bekerja seperti ini bisa untuk membayar sewa rumah, punya sepeda, punya motor. Kalau kita nggak sabar mah, nggak bisa beli apa-apa" ucap Wowok.

Keterbatasan biaya membuat anak-anak Bantar Gebang tidak dapat bersekolah walaupun di Sekolah Negeri umum dari pemerintah yang sudah bebas biaya, pasal-nya walaupun sekolah bebas biaya, keterbatasan dalam membeli perlengkapan dan peralatan sekolah seperti seragam dan alat tulis menjadi halangan. Namun bukan berarti anak-anak Bantar Gebang tidak bersekolah, terdapat sekolah yang didirikan untuk anak-anak Bantar Gebang yang bernama Sekolah Alam Tunas Mulia.

Sekolah Alam Tunas Mulia ini didirkan oleh Pak Nadam pada tahun 2008, pak Nadam merupakan orang asli Jawa Tengah yang delapan tahun lalu datang ke Bantar Gebang dan karena prihatin dengan kondisi anak-anak di Bantar Gebang, mendirikan Sekolah Alam Tunas Mulia ini. Sekolah Alam Tunas Mulia merupakan sekolah seluruh jenjang dari SD, SMP dan SMA yang bebas biaya dan khusus untuk tempat anak-anak Bantar Gebang bersekolah. Berkat bantuan donasi dari luar juga, Sekolah Alam Tunas Mulia sekarang sangat terawat dan terus berkembang.

Melihat kembali dari penduduk-penduduk Bantar Gebang yang tinggal di kondisi yang memperhatinkan, membuat kita belajar, bahwa mau bagaimana pun kondisi kita dari lahir, kita tidak boleh mengeluh. Orang-orang Bantar Gebang ini menjadi inspirasi bahwa tidak semua dapat hidup di kondisi yang mencukupkan, maka dari itu kita patut bersyukur atas segala hal yang telah Allah SWT berikan.


Komentar